Kamis, 21 Januari 2010

Menelan Sperma Bisa Bikin Awet Muda?


Jakarta, Penuaan adalah salah satu proses yang ingin sekali ditunda kedatangannya oleh kaum perempuan karena itu berbagai cara dilakukan. Menelan sperma laki-laki disebut-sebut bisa membuat perempuan lebih awet muda, benarkah?


Peneliti dari Austria menuturkan bahwa kemungkinan sperma manusia bisa menjadi senjata ampuh untuk melawan proses penuaan. Studi yang dilakukan oleh peneliti di Graz University menemukan bahwa spermidine yaitu suatu senyawa yang ditemukan dalam sperma, bisa memperlambat proses penuaan dan meningkatkan umur panjang pada lalat, cacing, tikus serta sel-sel darah manusia dengan cara melindungi sel dari kerusakan.

Sel penuaan terjadi ketika proses alami yang disebut dengan autiphagy yaitu semacam seluler kanibalisme dimana sel-sel yang rusak atau tidak beres di daur ulang. Berdasarkan penelitian ditunjukkan konsentrasi dari spermidine dapat mengurangi radikal bebas, mencegah penuaan dan memperpanjang usia.

Seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (22/1/2010) studi ini masih sebatas penelitian awal. Didapatkan lalat bisa tinggal 30 persen lebih lama dibandingkan dengan lalat kontrol, sedangkan cacing bisa hidup 15 persen lebih lama.

Tapi hasil penelitian ini belumlah final, karena masih harus dilakukan riset jangka panjang. Diperlukan waktu bertahun-tahun dalam penelitian ini termasuk uji laboratorium dan hewan percobaan lebih lanjut sebelum benar-benar dapat dinyatakan aman untuk diuji pada manusia.

Karena sampai saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan menelan sperma bisa menghambat proses penuaan, maka mitos tersebut tidaklah benar. Efek yang mungkin bisa ditimbulkan hanyalah dampak psikis saja, dalam hal ini sang perempuan merasa bahagia karena berhasil memuaskan pasangannya.

Beberapa penelitian memang menunjukkan di dalam sperma terkandung berbagai bahan atau zat yang diduga dapat bermanfaat. Tapi sampai saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan apakah bahan tersebut aman untuk digunakan atau ditelan oleh manusia.

Jika ingin menghambat proses penuaan, sebaiknya gunakanlah metode yang memang telah terbukti aman untuk manusia. Sehingga tidak menimbulkan risiko yang berbahaya bagi dirinya sendiri.

Sumber Asli: klik di sini

Selasa, 19 Januari 2010

Jangan Buang Sisa Teh Anda!


KOMPAS.com - Rata-rata orang membuang berbungkus-bungkus kantong teh bekas pakai yang sudah selesai dinikmati. Namun lain waktu jika Anda selesai menyeduh teh, pastikan Anda tidak membuang kemasannya ke dalam kotak sampah, atau menyimpan sisanya dalam lemari es untuk menghilangkan bau di lemari es.

Para make-up artist atau ahli dermatologi umumnya menyarankan agar kantong bekas teh seduh digunakan untuk mengompres mata agar mata Anda tampil segardi pagi hari. Khasiatnya bukan hanya untuk mengurangi pembengkakan, namun juga memperbaiki kekencangan kulit kita.

Teh herbal yang beraroma cammomile bisa mengurangi peradangan dan kemerahan pada kulit akibat terpapar matahari. Sementara itu teh hijau mengandung kafein dan sejumlah bahan yang bisa mengurangi pembengkakan pada pembuluh darah di bawah kelopak mata. Fungsi lainnya adalah untuk menyamarkan lingkaran hitam di bawah mata.

Anda tidak membutuhkan lemari pendingin untuk membuat es batu bagi mata Anda. Cukup siapkan dua kantung teh bekas seduh di dekat meja kerja Anda. Sehingga kapan pun Anda merasa mata Anda pedih, Anda bisa menempelkan langsung di mata Anda. Namun pastikan dulu kantung-kantung itu bersih.

Manfaat lain teh untuk mata antara lain mempertahankan elastisitas kulit, mencegah kulit cepat keriput, serta mengandung vitamin C daripada jeruk lemon lebih besar 508 kali lipat. Teh juga memerangi jerawat karena mengandung vitamin A dan B2 (sebagai antibiotik alami), serta mengurangi bercak hitam di wajah.

Jadi biasakan untuk mulai menggunakan teh bekas seduh untuk mencuci wajah terutama di pagi hari.

Sumber Asli: klik di sini

Minggu, 17 Januari 2010

Karya Sederhana Mahasiswa, dari "Foot Mouse" sampai "Remote Lampu"


YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Ada ketentuan yang wajib dipatuhi para mahasiswa STMIK AMIKOM Yogyakarta peserta Pekan Ilmiah Mahasiswa Amikom. Ketentuan itu adalah karya mereka harus mudah dibuat dan digunakan, murah biaya, dan bermanfaat. Satu lagi, karya itu mesti unik banget.


Alhasil, tiga karya pemenang lomba yang digelar 11-13 Januari 2010 itu, sebenarnya tidak tampak bombastis. Namun, hasilnya bisa membuat tertegun. Ternyata, dari ide sederhana, puluhan mahasiswa Jurusan Teknik Informatika yang terbagi dalam 50 tim ini bisa mencipta teknologi yang bermanfaat.

Peraih Juara II mengusung karya foot mouse, yaitu mouse komputer yang digerakkan dengan kaki. Uniknya, itu hanya mouse biasa yang dipasang terbalik dan ditaruh di papan. Hanya perlu software Sakasa, -untuk membalik arah mouse-, yang diunduh di internet.

Sebuah sandal yang alasnya adalah mouse pad, ditaruh di atas papan. Ditambah dua saklar untuk tombol kiri-kanan, maka jadilah alat yang hanya menghabiskan anggaran Rp 150.000 itu. Kaki kanan memainkan mouse, kaki kiri mengkover dua saklar.

Mau mengetik tulisan pakai mouse? Bisa saja, tinggal klik salah satu program.

Fauzan, yang mewakili teman-teman satu tim, menyebut, ide foot mouse ini beranjak dari keinginan agar para penyandang cacat yang tidak punya tangan, bisa bermain komputer.

Pengendali listrik

Adapun pemenang ketiga, yakni Rudi Heryanto dan kawan-kawan, menampilkan Pengendali Alat Listrik Rumah Tangga. Alatnya tak lebih besar dari kotak plastik tisu. Empat stop kontak ditanamkan di alat yang disebut berisikan relai-relai listrik ini.

Kotak itu lalu dihubungkan dengan komputer. Garis besar pemakaian alat yang pembuatannya hanya sekitar Rp 100.000 itu kira-kira begini: Masukkan empat steker ke empat lubang stop kontak itu, misalnya dari pendingin udara, TV, lampu taman, dan radio.

"Nah, cukup memelototi layar komputer, dan main klik, kita bisa mengatur kapan alat-alat itu menyala, dan kapan berhenti. Simpel, kan," ujar Rudi.

Remote lampu

Jawara dari kontes tahunan ini adalah Arandi Wijaya dan sembilan temannya dengan karya berjudul Sistem Pengendali Jarak Jauh. Dengan alat yang bagian utamanya adalah dua kotak berisi peranti elektronika ini, lampu-lampu di rumah bisa dinyalakan dan dimatikan dari jarak jauh dengan memakai remote control atau telepon seluler.

Sederhana. Biaya pembuatan alat yang pengerjaannya selama 22 hari ini pun hanya sekitar Rp 500.000.

"Kami terinspirasi dari seringnya mematikan lampu di rumah, hahaha..Dan, jadilah alat ini," ujar Arandi.

Arandi lalu mengatakan, akan terus mengembangkan alat ini, misalnya dengan menyambungkannya dengan telepon rumah. Dia pun berencana mematenkan.

Eko Pramanto dan Joko Dwi Santoso, dua dosen STMIK AMIKOM mengatakan, lewat acara ini kampus ingin memantik daya kreasi siswa. "Tapi, dengan cara sederhana dan biaya yang murah bisa menelurkan karya yang unik dan bermanfaat," ujarnya.
Sumber Asli: klik di sini


Masukkan Code ini K1-B9AEYD-C
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com
 

Copyright © 2009 Fresh Themes Gallery | NdyTeeN. All Rights Reserved. Powered by Blogger and Distributed by Blogtemplate4u .