Jumat, 05 Maret 2010

Trik-trik Kecil Agar Lebih Banyak Menabung


KOMPAS.com - "Gajiku nasibnya dua koma, nih. Setiap tanggal 25, gaji sudah ada di rekening. Tapi masuk ke tanggal 2 bulan depannya, sudah koma, soalnya banyak sale di akhir bulan, sayang kalau enggak belanja," seloroh rekan Kompas Female. Keadaan semacam ini sudah umum terjadi ketika Anda merasa sulit untuk menabung. Bagaimana bisa memperbaiki kebiasaan buruk dalam mengelola keuangan? Dengan "mengelabui" jiwa konsumtif Anda, jawabannya. Namun Anda harus tahu triknya. Ada rencana-rencana sebelum uang itu masuk ke dalam rekening yang bisa Anda lakukan untuk menekan keinginan untuk berbelanja. Berikut di antaranya:

Berhentilah Berusaha Keras Menabung
Berjanji pada diri sendiri bahwa Anda akan menjadi orang yang lebih baik dalam menabung dan akan berusaha lebih keras tak akan cukup. Coba datang ke bank dan minta diberikan pengetahuan mengenai pengalihan uang otomatis untuk menabung. Riset menunjukkan bahwa semakin sedikit upaya yang harus dilakukan, makin besar kemungkinan seseorang untuk menabung. Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Chicago menunjukkan bahwa para karyawan yang secara mendaftar untuk mengikuti rencana tabungan pensiun yang memindahkan sedikit uang dari tabungannya secara otomatis memiliki pengikut dua kali lipat lebih banyak. Ternyata, pergi ke bank untuk menabung atau ke ATM untuk mentransfer tabungan merupakan hal yang menjadi beban bagi sebagian besar orang.

Anda bisa mengikuti program tabungan berjangka yang sudah banyak dimiliki oleh bank-bank kenamaan. Tipe seperti ini akan menyisihkan sedikit uang Anda untuk disimpan atau digunakan dalam sebuah investasi untuk dibungakan.

Gunakan Uang Tunai
Ide utamanya adalah, Anda hanya boleh menggunakan uang tunai, tidak kartu kredit. Dengan begini, Anda akan mengeluarkan uang lebih bijaksana. Sebuah studi yang dilangsungkan oleh peneliti dari MIT menemukan bahwa orang akan lebih berkenan membayar suatu barang atau jasa yang harganya dua kali lipat jika menggunakan kartu kredit. Namun, jika harus membayar dengan uang tunai, mereka akan menolak, atau mencari yang lebih murah. Beberapa peneliti menjuluki fenomena ini sebagai efek uang Monopoly. Artinya, karena Anda tidak "bermain" dengan uang tunai atau asli, mengeluarkan uang terasa tak ada konsekuensinya. Jadi, cukup gunakan kartu kredit untuk membayar pembelian barang-barang atau jasa yang besar dan benar-benar perlu -jangan lupa untuk menyesuaikannya dengan kemampuan membayar cicilannya.

Mood Berantakan? Tinggallah di Rumah
Dalam sebuah studi, para peneliti dari Harvard and Carnegie Mellon mengkonfirmasikan bahwa kita cenderung menghamburkan uang lebih banyak ketika sedang tidak mood atau sedang merasa sedih. Dalam penelitian ini, para responden dibagi dalam 2 grup. Grup pertama diminta menonton film sedih mengenai seorang ayah yang sekarat. Grup kedua, diminta menonton film dokumenter membosankan. Grup pertama bersedia membeli minuman yang harganya bisa mencapai 20 ribuan per gelas, sementara grup kedua rata-rata hanya mau mengeluarkan uang sekitar 5 ribu untuk minuman. Jadi, supaya Anda tidak mengeluarkan uang yang tak perlu, sebaiknya selesaikan masalah sedih atau mood berantakan di rumah saja, daripada bangkrut.

Sumber Asli: klik di sini

Rabu, 03 Maret 2010

Dokter, Profesi Pria yang Paling Sering Selingkuh


KOMPAS.com - Dari penelitian yang dilakukan penasihat pernikahan, M. Gary Neuman, dan dituangkan dalam bukunya, The Truth About Cheating, dikatakan bahwa alasan pria berselingkuh adalah karena kurangnya afeksi dan apresiasi dari pasangannya. Jadi, perselingkuhan tidak melulu terjadi akibat ketidakpuasan seksual yang dialami para suami.

Dikatakan pula, sebanyak 40 persen pria berselingkuh bertemu WIL di tempat kerjanya. Adakah hal ini berkaitan dengan peluang yang terbuka untuk berselingkuh di tempat kerja, atau profesi tertentu? Apakah Anda penasaran, profesi apa yang berada di urutan pertama sebagai pelaku perselingkuhan? Hm... siap-siap, ya.

AshleyMadison.com, situs kencan untuk orang yang menikah (sekali lagi, situs ini memang untuk orang yang sudah menikah!), mensurvei seluruh anggota barunya tahun lalu. Dari sekitar 1,9 juta orang yang mendaftar untuk berkencan pada tahun 2009, inilah daftar profesi yang menduduki lima urutan teratas:

Wanita:
1. Guru
2. Ibu rumah tangga
3. Perawat
4. Staf administrasi
5. Agen properti

Pria:
1. Dokter
2. Polisi
3. Pengacara
4. Agen properti
5. Teknisi

Itulah mayoritas profesi yang terungkap, berdasarkan data dari 1,9 juta pendaftar tadi. Mengenai hal ini, presiden dan pendiri AshleyMadison.com, Noel Biderman, mengatakan bahwa semua profesi ini adalah yang tergolong berisiko stres yang tinggi, dan membutuhkan jam kerja yang panjang. Kemungkinan mereka butuh pelepasan stres, dan karena waktu untuk bertemu pasangan masing-masing semakin kurang, mereka pun mencarinya di tempat kerja. Terlihat, ada beberapa profesi yang cocok, seperti dokter dan perawat (atau dengan pasiennya?), serta agen properti.

Penelitian yang kurang lebih mendukung survei dari AshleyMadison.com dilakukan oleh Charles Orlando, yang menyusun hasil penelitiannya di buku The Problem with Women... is Men. Orlando sebelumnya mewawancara sekitar 1.200 perempuan, dan 400 laki-laki. Ia mendapati, pria yang menganggap dirinya "berkuasa" atau "berpengaruh" (seperti dokter, polisi, dan pengacara) mengatakan bahwa selingkuh itu dapat dibenarkan.

Hanya saja, alasan yang terungkap dari penelitian Orlando bertentangan dengan hasil penelitian Gary Neuman di atas. Kebanyakan perempuan, menurut Orlando, berselingkuh karena alasan emosional. Sedangkan pria mengaku berselingkuh untuk kepuasan fisik atau seksual semata, tanpa melibatkan emosi.

Untuk Anda, yang memiliki pasangan dengan profesi seperti disebut di atas, jangan panik dulu. Survei ini hanya berlaku di Amerika.

Sumber Asli: klik di sini

Senin, 01 Maret 2010

Pansus Century Tak Pengaruhi UN 2010


JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh menyatakan, karut marutnya kasus Bank Century tidak memengaruhi Ujian Nasional (UN) 2010. Menurutnya, saat ini UN 2010 sudah siap digelar.

"Ada yang ngurusin Century, ya Century sendiri, kita semua konsentrasi pada bidang masing-masing. Ujian Nasional tetap jalan, jadi tidak mengganggu komitmen kerja masing-masing. Ini kan persoalan kenegaraan secara keseluruhan," kata Nuh, di gedung Kementrian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (2/2/2010).

Menurutnya, sejauh ini kasus Century tidak memengaruhi kegiatan belajar siswa. Berbagai persiapan di daerah pun terus dilakukan. Rencananya, hari ini pihaknya bakal menghadiri rapat kerja dengan DPR dan DPD untuk membahas anggaran UN 2010.

"Enggak usah khawatir. Saya juga akan bahas anggaran, semua jalan seperti biasa," tandasnya.

Sumber Asli: klik di sini


Masukkan Code ini K1-B9AEYD-C
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com
 

Copyright © 2009 Fresh Themes Gallery | NdyTeeN. All Rights Reserved. Powered by Blogger and Distributed by Blogtemplate4u .