Kamis, 28 Januari 2010

10 Jenis Makanan Anti Kolesterol

Untuk mengendalikan kolesterol agar tidak tinggi sebenarnya bisa dengan metode terapi nutrisi, yaitu mengonsumsi makanan antikolesterol yang cukup banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Anda bisa mengganti lemak jahat dengan lemak sehat.
Mengonsumsi makanan nabati bisa meningkatkan asupan protein nabati yang berkhasiat menurunkan kadar kolesterol berlebih.

Ingin tahu makanan apa saja yang bersifat antikolesterol? Simak tips di bawah ini yang diambil dari berbagai sumber.

1. Jamur.
Kaya kromium, mineral yang membantu memecah lemak menjadi senyawa sederhana, yakni asam-asam lemak. Aktivitas ini membantu menyusutkan kadar lemak jahat (LDL), dan meningkatkan kadar lemak baik (HDL). Sumber lain kromium adalah kacang-kacangan, seperti kenari, kacang tanah, kacang mete, dan kacang almond.
2. Kwaci Tawar.
Selama ini kuaci kita sepelekan, padahal berlimpah zat tembaga. Pola makan rendah asupan tembaga berkaitan dengan naiknya kadar kolesterol jahat LDL, dan terbatasnya kolesterol baik HDL. Seringlah makan kwaci, terutama yang tawar, baik kuaci biji labu maupun biji bunga matahari.
3. Jeruk Nipis.
Di antara beragam jenis jeruk, jeruk nipis atau jeruk lemon adalah yang paling banyak mengandung flavonoid. Senyawa ini mampu menghambat produkdi LDL berlebihan sehingga mengurangi risiko serangan jantung. Flavonoid bisa pula diperoleh dalam teh, brokoli, tomat, kedelai, bawang berlapis-lapis seperti bawang merah dan bawang bombai serta delima.
4. Apel.
Serat larut yang banyak terdapat dalam apel merupakan sumber betaglukan (beta glucan). Di dalam tubuh, betaglukan ikut berperan mengontrol penyerapan dan produksi kolesterol. Sumber lain pepaya, buah-buahan yang dimakan bersama kulitnya (apel dan pir), wortel, kapri dan sayuran polong-polongan lain pada umumnya (buncis, kecipir, dan kacang panjang), polong-polongan kering (kacang hijau, kacang merah, dan kacang tolo), serta beras merah
5. Ikan Tuna.
Termasuk sumber asam lemak omega-3 yang populer, selain salmon dan makarel. Omega-3 secara khusus melindungi tubuh terhadap kenaikan kadar kolesterol jahat LDL.
6. Jambu Biji Lokal Merah.
Sama seperti semangka merah dan tomat merah, jambu biji lokal merah kaya likopen. Likopen ikut berperan dalam mengendalikan produksi kolesterol.
7. Alpukat.
Asam pantotenat merupakan senyawa paling menonjol dalam alpukat yang berperan meredam kadar kolesterol darah.
8. Tempe.
Makanan rakyat ini berlimpah senyawa fitokimiawi isoflavon yang bersifat antikolesterol. Banyak juga terdapat dalam tahu dan susu kedelai.
9. Kacang Tanah
Kacang kulit, yakni kacang tanah berkulit yang dipanggang dalam oven. Camilan ini berlimpah lemak sehat sekaligus kaya vitamin E, yang bisa ‘mengunci’ radikal bebas agar tidak merusak kolesterol jahat LDL, sehingga pembentukan plak di dinding pembuluh darah dapat dihindari dan mencegah serangan jantung.
10. Mangga.
Vitamin C banyak terdapat dalam mangga. Sumber lainnya: belimbing, aneka jenis jeruk (jeruk bali, jeruk keprok, dan lain-lain), kedondong, pepaya, rambutan, stroberi, dan kiwi. Vitamin C mencegah kolesterol jahat LDL teroksidasi, sehingga menghindarkan terbentuknya plak di dinding pembuluh darah.

Sumber Asli: klik di sini

Selasa, 26 Januari 2010

Skutik "Retro" Siap Masuk Pasar Motor Indonesia


JAKARTA, KOMPAS.com — Permintaan terhadap skuter otomatik atau skutik di pasar motor nasional terus menguat setiap tahun. Buktinya, tahun lalu pangsa pasarnya mencapai sekitar 37 persen sehingga semua ATPM motor nasional memperkuat produknya. Bahkan, beberapa di antara mereka membuka segmen baru bergenre retro.

Disebut skutik retro karena desainnya kembali ke era 1960-1970-an. Dari informasi yang berasil dikumpulkan Kompas.com, tiga ATPM motor di Indonesia (Honda, Yamaha, dan Suzuki) berencana memasukkan produk baru, yaitu Scoopy, Vino, dan Jelato pada tahun ini.

"Kami memang berencana memasukkan Vino pada 2009, tapi hasil survei masih belum meyakinkan karena retro tidak cocok dengan karakteristik konsumen Indonesia. Tapi tunggu saja nanti," ujar Vice President Director PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) Dyonisius Beti kepada Kompas.com, Senin (25/1/2010).

Vino pertama kali diperkenalkan di Thailand pada 2006, mengusung mesin dan platform yang sama dengan Mio. Di Negeri Gajah Putih tersebut, Yamaha mengubah nama produk ini menjadi Fino.

Seiring langkah Yamaha membuat merek lain, prinsipal Jepang lainnya ikut bermain. Honda menyodorkan Scoopy, sedangkan Suzuki menampilkan Jelato yang sempat dipamerkan dalam ajang Bangkok Auto Show 2009. Platform Scoopy mirip dengan produk skutik Honda yang beredar di Indonesia, BeAT, sementara Jelato sama dengan Spin, hanya dengan variasi mesin yang berbeda.

Sumber dari PT Astra Honda Motor (AHM) yang tak mau disebutkan namanya menjelaskan, segmen skutik menjadi salah satu yang terbesar tahun ini. Selain itu, rencana kompetitor berlambang garpu tala meluncurkan produk skutik retro membuat merek berlambang sayap mengepak ini juga sudah mempersiapkan diri.

"Tetangga akan meluncurkan Vino, kami duluin nanti dengan Scoopy. Kapannya belum bisa diinformasikan, yang pasti akan jadi segmen motor baru di Indonesia sekaligus memperkuat pasar skutik di level nasional," ujar sumber tersebut.

Nah sekarang, kalau ketiga produk tersebut jadi dilepas tahun ini, maka tinggal strategi marketing yang menentukan. Pertanyaannya, apa Anda tertarik kalau skutik retro dipasarkan di Indonesia?

Sumber Asli: klik di sini

Senin, 25 Januari 2010

Rokok Elektronik Diduga Sama Bahayanya Dengan Rokok Biasa


New York, Rokok elektronik atau yang dikenal dengan e-cigarette merupakan alternatif bagi perokok yang ingin berhenti merokok. Namun rokok elektronik diduga sama bahayanya dengan rokok biasa.

Electronic cigarette atau e-cigarette adalah produk rokok elektronik yang beroperasi dengan menggunakan baterai. Uap nikotin akan dihasilkan oleh e-cigarette dan akan masuk ke tubuh seseorang ketika ia menghirupnya.

Perbedaannya adalah, alat ini tidak menghasilkan tar dan zat-zat berbahaya lain yang terdapat di rokok tradisional.

Sama halnya dengan koyo nikotin, e-cigarette juga berfungsi sebagai pemberi asupan nikotin bagi tubuh. Awalnya produk ini akan menggantikan fungsi rokok biasa, namun secara perlahan-lahan bisa mengurangi bahkan menghentikan kebiasaan merokok.

Meski cukup membantu perokok yang ingin berhenti, namun produk ini dianggap masih berbahaya karena sedikitnya studi yang membuktikan keamanannya.

"Pengetahuan kami tentang efek jangka panjang penggunaan e-cigarette sangatlah terbatas," kata Andreas Flouris dari Institute of Human Performance and Rehabilitation, Yunani seperti dikutip dari Medicalnewstoday, Kamis (21/1/2010).

Beberapa pihak yang meragukan keamanan produk ini adalah Food and Drug Administration (FDA) Amerika dan Health New Zealand (HNZ).

FDA mengindikasi beberapa racun dalam produk e-cigarette yang bisa meningkatkan potensi bahaya untuk kesehatan, sama halnya dengan rokok biasa yang terbuat dari tembakau. Namun dibutuhkan studi lebih lanjut untuk membuktikan kecurigaan FDA.

"Strategi dan produk-produk alternatif rokok memang akan selalu diterima selama bisa mengurangi dampak buruk untuk kesehatan, tapi tetap saja harus diwaspadai bahayanya," tutur Andreas.

Sumber Asli: klik di sini


Masukkan Code ini K1-B9AEYD-C
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com
 

Copyright © 2009 Fresh Themes Gallery | NdyTeeN. All Rights Reserved. Powered by Blogger and Distributed by Blogtemplate4u .